Kisah Prabu Siliwangi Moksa, Mitos atau Fakta?

Dalam konsep agama Hindu dan Budha, terdapat satu konsep yang bernama moksa. Moksa dalam bahasa Sansekerta memiliki merujuk pada arti kelepasan atau kebebasan dari berbagai ikatan keduniawian serta reinkarnasi kehidupan. Salah satu kisah yang terkenal tentang ini adalah Prabu Siliwangi Moksa.

Prabu Siliwangi adalah tokoh yang terkenal dalam lintasan sejarah masyarakat Sunda. Ia adalah salah seorang Raja dari tanah Pajajaran. Ia memiliki anak yang terkenal dengan nama Kian Santang. Beberapa tahun yang lalu, Anda mungkin familiar dengan Kian Santang karena kisahnya difilmkan.

Pajajaran sendiri adalah ibukota dari Kerajaan Sunda Galuh. Lokasinya sekarang, tepatnya ada di wilayah Bogor. Dahulu, Kerajaan ini berkuasa pada rentang masa 1030 hingga 1579 masehi. Wilayah kekuasaan kerajaan ini meliputi bagian barat pulau Jawa, atau yang sekarang kita kenal sebagai Jawa Barat.

prabu siliwangi moksa

Moksanya Prabu Siliwangi

Hilangnya Prabu Siliwangi tidak dapat dipisahkan dari kisahnya dengan anaknya yang bernama Kian Santang. Sejarahnya bermula dari masuk Kian Santang ke dalam agama Islam. Sementara di saat yang sama, Sang Prabu tetap teguh dengan memegang agama Hindu.

Kian Santang dikisahkan sebagai sosok Muslim yang taat. Bukti keseriusannya dalam berislam, adalah dengan pengembaraan yang dilakukannya untuk menimba ilmu ke berbagai tempat. Hingga pada akhirnya Ia menjadi sosok yang faqih dan alim.

Sebagai konsekuensi keseriusan berislamnya, Kian Santang bahkan menjalankan tugas dakwah untuk mengislamkan wilayah barat dari Pulau Jawa. Termasuk, targetnya adalah ayahnya sendiri, yakni Prabu Siliwangi.

Namun, mengislamkan Sang Ayah tidaklah mudah. Prabu Siliwangi tetap kokoh dengan keyakinan lamanya. Akhirnya, Ayah dan Anak ini berselisih hingga terjadilah pertempuran. Prabu Siliwangi dan pengikutnya yang saat itu terdesak akhirnya kabur melarikan diri dari kejaran Anak beserta pasukannya.

Daerah yang menjadi pelarian Prabu Siliwangi adalah wilayah Sancang. Sancang ini letaknya ada di selatan Kabupaten Garut saat ini. Di tempat inilah Prabu Siliwangi melakukan moksa. Konon, untuk menghindari pertempuran, ia memilih moksa bersama para pengikutnya.

Setelah moksa dilakukan, Prabu Siliwangi berubah jadi Macan Putih. Sementara itu, pengikutnya beralih rupa menjadi Macan Sancang. Pertempuran dan proses pelarian itu akhirnya berakhir dengan moksanya Prabu Siliwangi.

Prabu Siliwangi Moksa, Mitos atau Fakta Sejarah?

Meskipun beragam versi tentang sejarah Prabu Siliwangi melakukan pelarian dengan menghilang serta berubah wujud ini tampak jelas dan mengalur, nyatanya kebenarannya banyak diragukan orang. Termasuk, mereka yang terkategori ahli Antropologi.

Salah satu tokoh Antropolog yang meragukan cerita tentang itu adalah seorang Amerika Serikat yang bernama Robert Wessing. Dalam sebuah jurnalnya yang terbit pada tahun 1993 dalam Journal of Southeast Asian Studies, Ia menyebut bahwa cerita tersebut kental dalam balutan mitos.

Kesimpulan yang diambil Wessing didapat berdasarkan penelusurannya mengenai konteks historis dan sosial yang ada di Jawa Barat pada masa itu. Terutama, saat masa-masa perubahan kepemimpinan politik Jawa Barat yang semula dikuasai Hindu, kemudian beralih menjadi Islam.

Meski cerita tentang moksa yang dilakukan oleh Prabu Siliwangi masih diragukan, namun banyak ahli Sejarah sepakat bahwa Prabu Siliwangi bukanlah tokoh fiksi. Ia ada dalam lintasan sejarah Sunda. Jejaknya terekam dalam berbagai teks pantun dan berbagai karya sastra yang ada di Jawa Barat.

Nah, lantas, bagaimana dengan Anda? Percayakah Anda dengan kisah Prabu Siliwangi moksa? Tentu saja, Anda memiliki akal dan pikiran sendiri untuk menimbang kebenarannya berdasarkan bukti-bukti yang ada.

.

Konsultasi Serius tentang Masalah Anda dengan Pakarnya Ki Sabrang Alam, Silahkan hubungi kontak di bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )