Kesaktian Prabu Siliwangi, dari Maung Bodas, Kujang hingga Moksa di Akhir Hayat

Salah satu raja terkenal di tanah Jawa, khususnya di Bumi Pasundan yakni Prabu Siliwangi dikenal memiliki berbagai kesaktian. Hal ini tidak dipisahkan oleh kebiasaan sang Raja yang senang bermeditasi dan bertapa.

Kesaktian Prabu Siliwangi tersohor dan menjadi salah satu faktor Kerajaan Pajajaran mampu meluaskan daerah kekuasaannya. Prabu Siliwangi memiliki nama asli Sri Baduga Maharaja. Julukan Prabu Siliwangi didapat karena sang raja merupakan pengganti Prabu Wangi, yang gugur di pertempuran Perang Bubat.

Sehingga silih-wangi berarti pengganti wangi, silih berarti pengganti dalam Bahasa Sunda. Beberapa kesaktian Prabu Siliwangi berhubungan dengan mistis di antaranya adalah:

kesaktian prabu siliwangi

Pasukan Macan Putih

Salah satu hal mistis yang sangat erat kaitannya dengan Prabu Siliwangi adalah keberadaan pasukan macan putih secara gaib. Awal mulanya, kisah sang raja dengan pasukan macan gaib ini adalah penaklukkan bangsa jin.

Sampai saat ini, Macan putih atau Maung Bodas dapat ditemui dalam beberapa ilustrasi atau lukisan mengenai Prabu Siliwangi. Kisah penaklukan Macan Putih oleh Prabu Siliwangi bermula ketika sang raja ingin melakukan pertapaan atau meditasi di wilayah Curug Sawer di Majalengka.

Sang Prabu melangkah sendiri di hutan tersebut kemudian ia dihadapkan dengan pasukan macan putih secara gaib. Mau tak mau ia pun harus berhadapan dengan raja dari pasukan macan gaib tersebut. Dengan ilmu kesaktian Prabu Siliwangi, ia pun mampu menundukkan raja dari macan putih tersebut.

Beberapa pasukan dari macan putih pun terluka lewat pertarungan gaib. Dengan takluknya raja macan putih, maka pasukan macan putih berikrar setia untuk jadi pengawal Prabu Siliwangi selama hidupnya.

Pasukan Maung Bodas setia dan rela berkorban demi nyawanya untuk melindungi Prabu Siliwangi. Dengan pengawal ribuan pasukan macan putih ghaib inilah, Prabu Siliwangi berhasil meluaskan pengaruhnya di tanah pasundan serta meluaskan wilayah kerajaannya, kerajaan Pajajaran di berbagai daerah.

Kujang Kepala Harimau

Setelah senantiasa menemani Prabu Siliwangi, Maung Bodas mendapat balasannya. Sang prabu membuatkan ukiran berupa kepala senjata kujang yang dimilikinya untuk tempat bersemayam Maung Bodas tersebut.

Kujang yang dibuat berjumlah 3, yang kemudian diberi nama Kujang Tiga Serangkai, masing-masing dengan ukiran kepala harimau dengan warna kuning, hitam dan putih. Sesuai sejarahnya, Kujang dulunya adalah alat pertanian yang sering digunakan masyarakat bumi pasundan.

Namun pada era Raja Kuda Lalean (Sebelum Prabu Siliwangi), alat tersebut dialihfungsikan menjadi senjata. Sang Prabu membuat ukiran kepala untuk membalas kesetiaan Maung Bodas yang selalu menjadi pengawalnya.

Kian Santang dan Moksa

Keturunan Prabu Siliwangi, Raden Kian Santang juga mewarisi kesaktian sang ayah. Dengan kesaktian yang tak bisa tertandingi, Kian Santang pun merasa kesepian karena semua orang bisa dikalahkannya. Ia pun akhirnya sering merenung dan memutuskan pergi ke Arab Saudi untuk bertemu Sayyidina Ali.

Kian Santang pun lama kelamaan tertarik untuk memeluk agama islam sejak itu hingga 7 tahun. Ia kembali ke bumi pasundan dan mengajak sang ayah memeluk agama Islam. Namun Prabu Siliwangi menolaknya dan malah mengubah kerajaan Pajajaran menjadi hutan. Ia pun menghilang atau melakukan moksa (ajaran agama Hindu menghilang dari duniawi).

Sehingga hingga saat ini pun tidak diketahui di mana makam Prabu Siliwangi, tempat jenazah sang raja disemayamkan.

Itulah beberapa kesaktian Prabu Siliwangi yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Meski beberapa catatan-catatan di atas berupa mitos, namun kesaktian Prabu Siliwangi dan sikapnya tak ingin melawan anak sendiri, patut diteladani dan jadi contoh yang baik.

.

Konsultasi Serius tentang Masalah Anda dengan Pakarnya Ki Sabrang Alam, Silahkan hubungi kontak di bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )