Misteri Wangsit dari Prabu Siliwangi
pusaka prabu siliwangi asli dan bertuah

Misteri Wangsit dari Prabu Siliwangi

Wangsit dari PrabuSiliwangi selalu mengundang rasa penasaran, karena amanat ini penuh misteri. Salah satu ungkapan dalam wangsit disebutkan, jika kelak akan datang masa di mana ada yang menelusuri sejarah Sunda yang sebenarnya. Namun, ungkapan tersebut seakan menambah rasa penasaran dan rasa ingin tahu masyarakat khususnya warga Sunda. Sebelum membahas lebih jauh mengenai wangsit Prabu Siliwangi, apa sih wangsit itu ?

Wangsit adalah wahyu atau amanat dari Tuhan Semesta Alam yang di sampaikan kepada orang-orang tertentu. Di mana wahyu/wangsit tersebut merupakan pertanda baik maupun buruk, yang datang melalui mimpi atau pun nyata.

Wangsit Prabu Siliwangi di awali dari sebuah ketegangan yang terjadi antara Prabu Siliwangi dan Pangeran Cakrabuana. Hal tersebut terjadi setelah hubungan antara Cirebon-Demak yang ditandai dengan perkawinan putra-putri kedua negeri tersebut. Selain itu, faktor lain yang memicu ketegangan hubungan antara pajajaran dengan Cirebon – Demak yaitu hadirnya agama islam di tanah Sunda. Namun, sejatinya faktor utama yang memicu ketidaksenangan Prabu Siliwangi terhadap Kesultanan Cirebon yaitu karena hubungan Cirebon dengan Demak yang terlalu dekat.

 

Wangsit Prabu Siliwangi

Wangsit Prabu Siliwangi mengandung hakekat yang sangat tinggi, karena dalam wangsit Prabu Siliwangi menggambarkan situasi kondisi sosial beserta karakter para pemimpin dalam kurun waktu perjalanan panjang sejarah negeri ini pasca kepergian Prabu Siliwangi (moksa/menghilang). Peristiwa itu ditandai dengan menghilangnya Pajajaran.

Sesuai sabda Prabu Siliwangi bahwa kelak kemudian akan ada banyak orang yang berusaha membuka misteri Pajajaran. Namun yang terjadi mereka yang berusaha mencari hanyalah orang-orang sombong dan takabur.

Seperti diungkapkan dalam naskah tersebut berikut ini :

” Timimitipoéieu, Pajajaranleungitti alam hirup. Leungitdayeuhna, leungitnagarana. Pajajaranmoalninggalkeun tapak, jabatingaranpikeunnumapay. Sabab bukti anu kari, bakal réanumalungkir! Tapi engké jaga bakal ayanunyoba-nyoba, supaya anu laleungitkapanggihdeui. Nya bisa, nganmapayna kudu makéamparan. Tapi anu marapayna loba nuarieu-aingpangpinterna. Muduarédanheula. ”

Artinya :

“ Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan berlebihan kalau bicara. ”

Namun dalam naskah Wangsit Siliwangi ini dikatakan bahwa pada akhirnya yang mampu membuka misteri Pajajaran adalah sosok yang dikatakan sebagai ”Budak Angon” (Anak Gembala). Sebagai perlambang sosok yang dikatakan oleh Prabu Siliwangi sebagai orang yang baik perangainya.

Digambarkan bahwa sosok ”Budak Angon” adalah sosok yang misterius dan tersembunyi. Apa yang dilakukannya bukanlah seperti seorang penggembala pada umumnya, akan tetapi sosok yang terus berjuang mencari kebenaran dan mengumpulkan segala sesuatu yang dianggap orang lain sudah tidak berguna atau bermanfaat.

Hakikatnya, semua yang dimaksudkan itu sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan sejarah (asal-usul) termasuk karya-karya warisan leluhur. Dimana hal-hal semacam ini dianggap kuno atau tidak bermanfaat karena kemajuan jaman. Di dalam wangsit Sang Prabu Siliwangi juga dikatakan akan munculnya sosok pemimpin negeri yang berasal dari orang biasa.

Dia adalah Soekarno, Presiden RI pertama. Ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. Ayahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. Sosok Soekarno ini termasuk anak keturunan bangsawan yang di besarkan dalam lingkaran kraton Solo. Pada masa kepemimpinan Soekarno banyak terjadi upaya pembunuhan terhadap diri beliau, namun selalu saja terlindungi dan terselamatkan.

Selanjutnya setelah berganti masa digambarkan bahwa semakin maju semakin banyak penguasa yang buta dan tuli. Yaitu buta mata dan hatinya, karena memerintah yang abai serta acuh terhadap penderitaan rakyat. Memerintah tidak dengan hati hanya mementingkan kepentingan pribadi ataupun kelompok. Sehingga yang terjadi digambarkan banyak muncul peristiwa di luar penalaran. Menjadikan orang-orang pintar hanya bisa omong alias pinter keblinger.

Hubungi Kami


Mbak Ayu
Pemesanan / Pengiriman
081226888103 / 085799777903
metafisika103@gmail.com
Whatsapp : 081 226 888 103

Yahoo! Messenger

pin bbm ki sabrang alam - 1

pin bbm ki sabrang alam - 2

line ki sabrang alam

Link : http://line.me/ti/p/%40soz0420q

Ki Sabrang Alam
Kontak Ki Sabrang Alam
Silahkan, Klik Di Sini

Hari & Jam Kerja
Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB
Minggu & Tanggal Merah Kami Libur
Diluar Jam Kerja, Bisa Email / SMS

video call dengan ki sabrang alam

ki sabrang alam di kompas tv

pusaka prabu siliwangi asli dan bertuah